Saturday, January 28, 2012

THAWAF

Setelah sampai di garis Hajar Aswad kami menghadap dan melambaikan tangan sambil mengucap "Bismillahi Wa-ALLAH-u Akbar”. Garis lurus berwarna coklat ini ditarik dari hajar aswad menuju pinggir pelataran dengan tanda lampu hijau di atasnya yang bersebelahan dengan Babul Masa’i. Dengan membaca Subhanallah saya mulai berjalan mengelilingi Ka’bah. Multazam, Pintu Ka’bah, Maqom Ibrahim, Rukun Iraqi, Hijir Ismail, Talang Ka’bah dan Rukun Syami satu persatu terlewati. Begitu sampai di Rukun Yamani saya melambaikan tangan kembali dengan mengucap "Bismillahi Wa-ALLAH-u Akbar” kemudian melanjutkan langkah sambil membaca :

“Robbanaa Aatina Fi-Dunya Hasanah Wa Fil-Aahiroti Hasanah Waqina Adzaa Bannar, Wa Adhilnal-Jannata Ma’al-Abror Yaa ‘Aziz Yaa Ghoffar Yaa Robbal-‘Alamiin”


dan terhitung satu kali putaran begitu sampai di garis Hajar Aswad. Begitu saya ulangi sampai tujuh kali dengan membaca kalimat Thoyyibah berikut Alhamdulillah, Laailaaha Illa Allah, Allahu Akbar, La Haula Wala Quwwata Illa Bi-Laahil ‘Aliyyil ‘Adzim, Astaghfirullahal-Adzim, Shallallahu ‘Ala Muhammad secara berturut-turut disetiap putarannya.

THAWAF merupakan Rukun kedua dalam ibadah UMRAH yang bermakna mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali putaran yang berawal dari Hajar Aswad dan berakhir di Hajar Aswad. Perintah Thawaf tercantum dalam Al-Qur'an sebagaimana Firman Allah SWT : "Dan hendaklah mereka melakukan Thawaf disekeliling rumah yang tua itu"(QS. Al-Hajj : 29)

Hal-hal yang perlu diketahui tentang THAWAF adalah :
- Dikerjakan dalam keadaan suci
- Bagi laki-laki untuk 3 putaran pertama dilakukan dengan Ihram I’thiba (melingkarkan ihram pada ketiak tangan kanan)
- Bagi laki-laki untuk 3 purtaran pertama dilakukan dengan berlari-lari kecil
- Selama Thawaf bahu sebelah kiri menghadap Ka’bah
- Diambil hitungan paling kecil jika lupa akan hitungan putaran Thawaf
- Jika mendengar Iqomah Sholat Fardlu, menghentikan Thawaf lalu ikut shalat jama’ah kemudian melanjutkan Thawaf kembali
- Selama Thawaf dilarang menyentuh Ka’bah dan Hijir Ismail atau memasukinya
- Dapat dilakukan di lantai 2 atau 3 Masjidil Haram
- Bisa dengan roda atau tandu bagi yang sakit

MACAM-MACAM THAWAF :

- Thawaf Ifadhoh
Thawaf Wajib yang dikerjakan dengan berpakaian Ihram yang menjadi rukun dari Ibadah Haji/Umrah dan diiringi dengan Sa’i
- Thawaf Qudum
Disebut juga Thawaf Dukhul, yaitu thawaf pembukaan atau thawaf selamat datang yang dilakukuan pada waktu jama’ah baru tiba di Mekah.
- Thawaf Wada’
Thawaf Wada dilaksanakan sebagai pernyataan perpisahan dan penghormatan kepada Baitullah dan Masjidil Haram yang disebut juga Thawaf Shadar ( Thawaf Kembali ) karena setelah itu jama’ah akan meninggalkan Mekah untuk ketempat masing-masing
- Thawaf Sunnah
Thawaf yang bisa dilakukan kapan saja. Kalau dilakukan saat baru memasuki Masjidil Haram, Thawaf ini berfungsi sebagai pengganti shalat Tahiyatul Masjid. Thawaf sunat inilah yang dimaksud atau disebut Thawaf Tathawwu.

FILOSOFI THAWAF
Jika dihubungkan dengan kaidah tangan kanan (Hukum Gaya Lorentz), dimana jika putaran energy berlawanan dengan arah jarum jam (4 jari menggenggam) maka energy terpusat akan mengarah ke atas (arah jempol). Maka dengan menggunakan perspektif diatas dapat diketahui jawaban secara ilmiah mengapa gerakan Thawaf berlawanan dengan arah jarum jam dan orang yang sholat dan berdo’a harus menghadap Ka’bah. Hal ini karena energy sholat dan do’a dari jama’ah seluruh dunia akan terpusat di Ka’bah dan akan diputar oleh gerakan jama’ah yang Thawaf sehingga energy yang terpusat di Ka’bah tersebut akan naik keatas tanpa batas dan jika diartikan do’a tersebut mengarah ke langit dan menuju Allah SWT

Dan mengenai gerakan yang berlawanan arah dengan jarum jam ini, jika diamati, maka secara sunnatullah gerakan segala sesuatu yang ada dialam semesta juga berlawanan arah dengan jarum jam dalam mengelilingi intinya, diantaranya adalah gerakan electron mengelilingi nucleus, peredaran darah dalam tubuh berawal dari kiri ke kanan, gerakan sperma mencapai indung telur, gerakan planet mengitari matahari (system tata surya) dan gerakan system galaksi mengitari intinya.

Begitu selesai dengan putaran ke-7, dengan tetap menggandeng Rama, Saya dan Pak Ridwan menuju ke Babul Masa’i untuk melaksanakan tahapan Umrah selanjutnya yaitu Sa’i
Selengkapnya...

Saturday, December 3, 2011

MASJIDIL HARAM

Untuk pertama kalinya saya mendengar merdu suara adzan dari Masjidil Haram menandakan waktu maghrib telah tiba. Dalam keadaan berihram, kami menuju ke restroom yang berada di lantai dasar untuk berbuka bersama, dan sebagaimana di Madinah kami-pun disuguhi menu-menu khas Indonesia. Alhamdulillah… setelah selesai berbuka kami bersama-sama menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan Thawaf, Sa’i dan Tahallul. Begitu tiba di pelataran Masjidil Haram yang waktu itu sedang persiapan Sholat Tarawih, dalam hati saya berkata “Masya Allah” begitu mengagumkannya Masjid tersuci bagi umat muslim ini.

Masjid yang dibangun mengelilingi Ka’bah ini, saat ini setidaknya memiliki luas kurang lebih 500.000 m2 dengan 3 lantai, 9 menara dan 95 pintu yang mampu menampung setidaknya 1 juta jama’ah. Dari 9 menara tersebut, 8 menara diantaranya secara berpasangan menandai 4 pintu utama (Babul Malik Abdul Aziz No. 1, Babul Fath No. 45, Babul Umrah, dan Babul Malik Fahd No. 79) dan 1 menara menandai Babul Masa’i yang menuju ke bukit safa sebagai awal permulaan sa’i. Berdasar sejarah yang pertama kali membangun Masjidil Haram adalah Nabi Ibrahim bersama putranya Nabi Ismail sewaktu membangun kembali Ka’bah sebagai tempat beribadah. Kemudian pada masa Khalifah Umar bin Khattab pada tahun 638 M didirikan dinding dan pintu secara permanen disekeliling Masjidil Haram, yang kemudian diperbanyak seiring perluasan Masjidil Haram dari masa ke masa hingga saat ini yang dilakukan oleh Raja Abdullah.

Masjidil Haram mempunyai beberapa keutamaan, yaitu :

• Dengan adanya Ka’bah didalamnya, membuat Masjidil Haram menjadi masjid tertua yang menjadi Kiblat bagi umat muslim didunia sebagai mana firman Allah SWT : “Maka palingkanlah wajahmu kearah Masjidil Haram, dan dimana saja kamu berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya” (QS. Al-Baqoroh:150). Hal ini juga yang membuat shaf di Masjidil Haram melingkar.

“Dan shalat di Masjidil Haram lebih utama 100.000 kali lipat dibandingkan shalat di masjid yang lain”. (HR. Ibnu Majah ). Jumlah ini sama dengan waktu 55 tahun 6 bulan dan 20 hari.

• Terjaga kesuciannya sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW : "Sesungguhnya Masjidil Haram adalah tempat suci diantara tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi yang berhadap-hadapan" (Akhbar Makkah 'an Mujahid, Sya'b al-Imam li al-Baihaqi)

• Terdapat tempat-tempat Mustajabah di sekitar Ka’bah yaitu : Hajar Aswad, Multazam, Maqom Ibrahim dan Hijir Isma’il

• Adanya Sumur Zam-zam yang penuh berkah

Dengan dipandu Mas Bahar kami bermusyawarah untuk membentuk barisan dan diputuskan bahwa perempuan ditengah dan diapit oleh jama’ah laki-laki, dan saya dipasrahi oleh Keluarga Wijaya untuk menjaga anaknya RAMA WIJAYA selama Thawaf, Sa’i dan Tahallul kali ini. Selanjutnya kami masuk ke Masjidil Haram melalui pintu utama yang No. 1 yaitu Babul Malik Abdul Azis. Sesaat setelah masuk Masjidil Haram kami berhenti sebentar untuk memanjatkan do'a memasuki Masjidil Haram. Tiada henti ucapan Tahmid sebagai ungkapan rasa syukur begitu melihat “Baitul Atiq” untuk yang pertama kalinya. Begitu kami sampai dipelataran Ka’bah yang waktu itu agak menyempit karena sisi luarnya digunakan untuk Sholat Jama’ah Tarawih, kami mencari tempat agak longgar untuk memanjatkan do'a sambil menghadap Ka'bah, kemudian kamipun berjalan menuju garis Hajar Aswad untuk memulai Thawaf.

Selengkapnya...