Satu jam kemudian, saya dan keluarga tiba di Bandara Juanda dan sholat subuh berjama’ah di Musholla. Setelah itu saya bergabung dan saling kenal dengan Jama’ah Umroh yang lain, termasuk Jama’ah dari travel lain yang diantaranya dari Malang & Pasuruan. Sebelum keberangkatan, Jama’ah berkumpul untuk briefing awal, pengumpulan tas trolly dan pembagian Passpor, Visa, Tiket Pesawat, Umroh ID dan buku petunjuk perjalanan. Dengan penuh rasa haru saya berpamitan dengan keluarga dan untuk selanjutnya melakukan boarding pass. Tepat pukul 06:30, jadilah Royal Brunei Airlines BI 796 menjadi penerbangan internasional saya yang pertama dengan tujuan Jeddah via transit Brunei Darussalam.
Penerbangan yang cukup melelahkan, disela-sela tidur saya memanfaatkan layar multimedia yang tersedia untuk menghilangkan kelelahan. Selain film, radio, mp3 dan game melalui layar multimedia tersebut bisa diketahui kondisi penerbangan yaitu : arah kiblat, ketinggian, suhu luar, jalur penerbangan, waktu untuk tiba di tujuan dan jam setempat dimana kita terbang diatasnya. Setelah ada pemberitahuan bahwa sudah memasuki waktu dhuhur, saya menuju toilet untuk mengambil air wudlu kemudian sholat, selesai itu mendengarkan murottal Al-Qur’an sebentar, menonton film lagi sampai tertidur. “Do you fasting ?” sesekali pramugari menawarkan makanan & minuman kalau-kalau ada penumpang yang membatalkan puasa. Memang dalam Fiqih ada ruhsoh untuk membatalkan puasa bagi orang yang sedang dalam perjalanan (Musafir). Sempat terbesit untuk membatalkan puasa ketika pesawat terbang diatas India, dimana waktu tersebut sudah waktu berbuka ditanah air, tapi dengan niat yang kuat akhirnya saya tetap melanjutkan puasa sampai tiba maghrib diwaktu setempat.
Setelah sekitar satu jam perjalanan di tengah padang pasir, pukul 18:30 waktu KSA terdengar Adzan Maghrib melalui radio yang ada di bis. Sontak semua jama’ah berucap Alhamdulillah akhirnya tiba juga waktu berbuka setelah hampir berpuasa selama 20 Jam (03:00 - 23:00 BBWI). Setelah berbuka dalam bis dengan menu “Nasi Bebek” yang disediakan oleh pihak travel, kami sampai di Wadi Al-Hudain dan sholat Maghrib disana. Kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju Madinah, ditengah perjalanan salah satu kru bis menawarkan kartu perdana local “Mobily” dengan harga Rp. 100.000 dengan pulsa 40 Real KSA. Saya termasuk yang membeli perdana tersebut dan mendapat No 0544712945 dan dengan No ini saya berkomunikasi selama di Tanah Haram baik antar sesama Jama'ah maupun dengan keluarga di Tanah Air. Hampir selama perjalanan menuju Madinah semua jama’ah tertidur karena kelelahan.
Sebelum masuk Madinah kami dibangunkan oleh Mas Bahar selaku guide, untuk ditunjukkan batas Tanah Haram dan dipimpin untuk membaca do’a memasuki kota Al-Madinah Al-Munawwaroh. Sekitar pukul 22:30 KSA kami sampai di Hotel Al-Madinah Mubarak, dimana kami menginap selama 3 hari di Madinah. Setelah check-in jama’ah menuju kamar masing-masing termasuk saya yang bertempat di lantai 8 bersama Pak Ridwan dan Mas Bahar Guide. Setibannya di kamar, kami membagi tempat tidur, mengatur barang bawaan, mandi dan istirahat sebentar sebelum berangkat ke Masjid Nabawi Untuk sholat Isya’ dan Tarawih.