Monday, January 3, 2011

BAQI' AL-GHARQAD

Sebagaimana hari yang lalu, sekitar pukul 02:30 dini hari kami bangun, mandi dan sahur bersama untuk puasa Ramadhan hari yang ke-6. Kemudian dilanjutkan dengan berangkat ke Masjid Nabawi, masuk ke Roudloh untuk Sholat Tahajjud, Sholat Hajad, Sholat Witir dan berdo'a. Setelah itu kembali saya berziarah ke Makam Nabi Muhammad SAW, Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq R.A dan Sayyidina Umar bin Khottob R.A. Sambil menunggu waktu sholat Shubuh saya membaca Al-Qur'an disalah satu sudut Masdjid Nabawi. Beberapa saat kemudian Sholat Shubuh dan Sholat Jenazah berjama'ah dilaksanakan. Handphone berdering sesaat saya akan membuka Al-Qur’an untuk kembali melanjutkan menghatamkannya. Ternyata teman sekamar saya di Hotel, Pak Ridwan sudah menunggu saya di pintu gerbang Makam Baqi’ untuk ziarah bersama-sama ke Makam tersebut.

Melalui pelataran kiri Masjid, saya menemui Pak Ridwan yang sudah menunggu di Gerbang Makam Baqi’, kami pun masuk bersama-sama dengan jama’ah yang lain. Makam Baqi’ adalah Makam luas yang dikeleilingi tembok marmer disebelah timur Masjid Nabawi yang diperuntukan bagi penduduk Madinah dan juga termasuk Jama’ah haji yang meninggal di Madinah.Nama Baqi‘ diambil dari nama akar tetumbuhan yang tumbuh di makam itu. Sedangkan Al-Gharqad adalah sejenis pohon berduri yang juga banyak terdapat di makam itu. Nabi Muhammad sering mengunjungi makam itu, beliau juga pernah menyatakan : "Barang siapa berpulang di Madinah dan dikebumikan di makan itu, beliau akan memberi syafaat kepadanya". Semenjak dibawah pemerintahan Kerajaan Saudi Arabia yang bermadzab Wahabi, Makam di Baqi’ hanya ditandai dengan batu yang tidak bernama dan tidak bertanda dan terkesan tidak terawat sebagai nisannya, sehingga kita tidak tahu siapa yang dimakamkan di tempat tersebut. Hal ini tentu berbeda dengan makam yang ada di Indonesia, dimana setidaknya ada nama pada batu nisannya, lebih-lebih jika makam-makam orang tertentu akan diberi tanda khusus semisal pagar, cungkup dan lain sebagainya.

Di Makam ini dimakamkan diantaranya :

Istri-istri Nabi : Aisyah binti Abu Bakar As Shiddiq, Saudah binti Zam‘ah, Hafshah binti Umar, Zainab binti Khuzaimah, Ummu Salamah binti Abu Umayyah, Juwairiyah binti Al-Harits, Ummu Habibah binti Abu Sufyan, Shafiyyah binti Huyai dan Mariyah Al-Qibtiyah

Putra putri Nabi : Siti Fatimah Az-Zahroh, Qosim, Abdullah, Ibrahim, Ruqoyyah, Zainab, Ummi Kaltsum

Cucu-Cucu Nabi : Imam Hasan bin Ali, Imam Ali bin Husayn, Imam Muhammad Al_Baqir, dan Imam Ja’far al-Sadiq

Keluarga Nabi : Abbas bin Abdullah (Paman Nabi), Halimatus Sa’diyah (Ibu susuan nabi), Shafia, Atikah

Sahabat-sahabat Nabi : Usman bin Affan, Saad bin Abi Waqqosh, Abdur Rahman bin Auf, Abdullah bin Mas’ud, dan sahabat-sahabat beliau lainnya

Imam Madzhab : Imam Malik bin Anas


Dibagian depan makam terdapat papan pengumuman besar dalam tiga bahasa (Arab, Inggris dan Indonesia) tentang petunjuk Nabi Muhammad SAW dalam berziarah. Yang diantaranya berisikan : ziarah kubur dapat mengingatkan kepada akhirat, ucapan salam kepada ahli kubur, larangan duduk diatas kuburan, larangan sholat menghadap kuburan, larangan berdo’a kepada ahli kubur dan meminta manfa’at kepadanya, perintah agar memohon dan meminta hanya kepada Allah SWT. Diakhir pengumuman disertakan do’a kepada ahli kubur Baqi’ yang berbunyi : “Mudah-mudahan sejahtera atas kamu hai penghuni kaum yang beriman. Apa yang dijanjikan kepadamu yang masih ditangguhkan besok itu, pasti akan datang kepadamu, dan kami InsyaAllah akan menyusulmu. Ya Allah ampunilah ahli Baqi’ Al-Gharqad”

Selama saya menyusuri Makam tersebut saya teringat betapa makam ini pernah menjadi saksi terpecahnya kaum muslim di Madinah antara Bani Hasyim (Ahlul Bait) dan Bani Umayyah di berbagai masa (selengkapnya : http://poestaka-ku.blogspot.com ). Setidaknya ada dua area khusus yang terpisah dengan makam-makam lainnya tapi tetap hanya dengan nisan batu yang tak bernama dan tak bertanda (mungkinkan ini Makam Sayyidina Usman dan Makam Sayyidina Hasan R.A ?, Wallahu A’lam). Setelah menyusuri berbagai sudut makam dan mengucapkan Salam kepada ahli kubur Baqi’ khususnya kepada Sayyidina Usman bin Affan R.A, Sayyidina Hasan bin Ali R.A, Siti Aisyah R.A dan Siti Fatimah Az-Zahroh kami keluar menuju Pelataran Masjid Nabawi. Begitu keluar Makam ada sedikit pemandangan aneh disekitar pelataran kiri Masjid Nabawi, yaitu banyaknya jama’ah perempuan yang berpakaian hitam bergerombol dibeberapa tempat. Menurut Pak Ridwan Jama’ah tersebut adalah jama’ah syi’ah yang sedang berziarah ke Makam Baqi’, sebagai salah satu makam utama kaum syi’ah dimana, di tempat ini dimakamkan beberapa generasi Ahlul Bait yang juga sebagai Imam Syi’ah.