Saturday, November 13, 2010

JUANDA-JEDDAH, PUASA 20 JAM

Sabtu 14 agustus 2010 M, sekitar pukul tiga dini hari, saya dan keluarga sahur bersama untuk puasa ramadhan dihari yang ke-4. Selepas itu saya mandi, wudlu, sholat tahajjud dan sholat safar. Setelah melakukan do’a safar yang dipimpin oleh Bapak, saya dan keluarga berangkat bersama menuju terminal keberangkatan International Bandara Juanda, dimana tempat Jama’ah Umroh berkumpul untuk melakukan persiapan keberangkatan menuju Jeddah.

Satu jam kemudian, saya dan keluarga tiba di Bandara Juanda dan sholat subuh berjama’ah di Musholla. Setelah itu saya bergabung dan saling kenal dengan Jama’ah Umroh yang lain, termasuk Jama’ah dari travel lain yang diantaranya dari Malang & Pasuruan. Sebelum keberangkatan, Jama’ah berkumpul untuk briefing awal, pengumpulan tas trolly dan pembagian Passpor, Visa, Tiket Pesawat, Umroh ID dan buku petunjuk perjalanan. Dengan penuh rasa haru saya berpamitan dengan keluarga dan untuk selanjutnya melakukan boarding pass. Tepat pukul 06:30, jadilah Royal Brunei Airlines BI 796 menjadi penerbangan internasional saya yang pertama dengan tujuan Jeddah via transit Brunei Darussalam.


Setelah menempuh 2 jam perjalanan, pukul 09:45 waktu Brunei, pesawat mendarat di Bandara International Sultan Hasanal Bolkiah Badar Sri Begawan Brunei Darussalam. Setelah turun dari pesawat, kami menuju ruang tunggu untuk menunggu keberangkatan selanjutnya menuju Jeddah. Saya menyempatkan sholat dhuha dan membeli 2 buah battery Panasonic AAA untuk kamera. Satu jam kemudian kami mendapat panggilan untuk Boarding Pass dan pukul 11:00 waktu Brunei kami terbang menuju Jeddah dengan Royal Brunei Airlines BI 083. Dalam penerbangan kali ini sebagian besar penumpangnya adalah Jama’ah Umroh Indonesia yang diantaranya dari Medan dan Jakarta.

Penerbangan yang cukup melelahkan, disela-sela tidur saya memanfaatkan layar multimedia yang tersedia untuk menghilangkan kelelahan. Selain film, radio, mp3 dan game melalui layar multimedia tersebut bisa diketahui kondisi penerbangan yaitu : arah kiblat, ketinggian, suhu luar, jalur penerbangan, waktu untuk tiba di tujuan dan jam setempat dimana kita terbang diatasnya. Setelah ada pemberitahuan bahwa sudah memasuki waktu dhuhur, saya menuju toilet untuk mengambil air wudlu kemudian sholat, selesai itu mendengarkan murottal Al-Qur’an sebentar, menonton film lagi sampai tertidur. “Do you fasting ?” sesekali pramugari menawarkan makanan & minuman kalau-kalau ada penumpang yang membatalkan puasa. Memang dalam Fiqih ada ruhsoh untuk membatalkan puasa bagi orang yang sedang dalam perjalanan (Musafir). Sempat terbesit untuk membatalkan puasa ketika pesawat terbang diatas India, dimana waktu tersebut sudah waktu berbuka ditanah air, tapi dengan niat yang kuat akhirnya saya tetap melanjutkan puasa sampai tiba maghrib diwaktu setempat.


Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamiin…, setelah 11 jam penerbangan yang sangat melelahkan, pesawat mendarat di Bandara King Abdul Azis Jeddah Saudi Arabia pukul 16:30 waktu KSA. Setelah proses Imigrasi selesai, dengan dipimpin Pak Ahmad sebagai tour leader, kami menuju lobi bandara kemudian disambut oleh perwakilan Mabruro di Jeddah yaitu H. Mukhlis dan dikenalkan dengan Guide kami selama pelaksanaan ibadah umroh kedepan, yaitu Sdr. Bahar. Selama menunggu persiapan menuju Madinah, saya sujud syukur dilanjutkan dengan sholat ashar di Bandara. Setelah semua lengkap, kami menuju bis dan berangkat menuju Madinah.

Setelah sekitar satu jam perjalanan di tengah padang pasir, pukul 18:30 waktu KSA terdengar Adzan Maghrib melalui radio yang ada di bis. Sontak semua jama’ah berucap Alhamdulillah akhirnya tiba juga waktu berbuka setelah hampir berpuasa selama 20 Jam (03:00 - 23:00 BBWI). Setelah berbuka dalam bis dengan menu “Nasi Bebek” yang disediakan oleh pihak travel, kami sampai di Wadi Al-Hudain dan sholat Maghrib disana. Kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju Madinah, ditengah perjalanan salah satu kru bis menawarkan kartu perdana local “Mobily” dengan harga Rp. 100.000 dengan pulsa 40 Real KSA. Saya termasuk yang membeli perdana tersebut dan mendapat No 0544712945 dan dengan No ini saya berkomunikasi selama di Tanah Haram baik antar sesama Jama'ah maupun dengan keluarga di Tanah Air. Hampir selama perjalanan menuju Madinah semua jama’ah tertidur karena kelelahan.

Sebelum masuk Madinah kami dibangunkan oleh Mas Bahar selaku guide, untuk ditunjukkan batas Tanah Haram dan dipimpin untuk membaca do’a memasuki kota Al-Madinah Al-Munawwaroh. Sekitar pukul 22:30 KSA kami sampai di Hotel Al-Madinah Mubarak, dimana kami menginap selama 3 hari di Madinah. Setelah check-in jama’ah menuju kamar masing-masing termasuk saya yang bertempat di lantai 8 bersama Pak Ridwan dan Mas Bahar Guide. Setibannya di kamar, kami membagi tempat tidur, mengatur barang bawaan, mandi dan istirahat sebentar sebelum berangkat ke Masjid Nabawi Untuk sholat Isya’ dan Tarawih.